Resum Materi Day 1 PKKMB UNUSA TA 2025/2026

Erisandy Yudhistira : Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa, Prof. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph.D : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA, Dr. Arif Abdurrakhman, S.T., M.T : Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik 

Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa: Strategi & Manfaat

Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:

I. Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting?

Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.

 Tantangan Finansial Khas Mahasiswa:

 Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat.

 Biaya hidup (kos, makan, transport, buku).

 Keterbatasan sumber penghasilan tetap.

Tekanan sosial untuk konsumsi (gadget, gaya hidup, hiburan).

Potensi terjerat utang (pinjol, kredit tanpa agunan, KTA).

Dampak Langsung pada Kesejahteraan:

Kesejahteraan Finansial: Menghindari utang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi.

Kesejahteraan Akademik: Mengurangi stres finansial yang bisa mengganggu konsentrasi belajar dan prestasi akademik.

Kesejahteraan Mental & Emosional: Mengurangi kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental yang sering dipicu oleh masalah uang.

Kesejahteraan Masa Depan: Membangun fondasi kebiasaan keuangan sehat untuk mencapai tujuan jangka panjang (rumah, investasi, pensiun).

 II. Strategi Penguatan Literasi Keuangan Mahasiswa

Penguatan ini memerlukan pendekatan multi-pihak dan berkelanjutan:

Peran Perguruan Tinggi (Kampus):

Integrasi ke Kurikulum: Menyisipkan materi literasi keuangan dalam mata kuliah wajib (misal: Pengantar Ekonomi, Kewirausahaan) atau mata kuliah pilihan khusus (Manajemen Keuangan Pribadi, Perencanaan Investasi).

Workshop & Seminar Reguler: Mengadakan sesi interaktif dengan topik spesifik:

Pengelolaan anggaran & cash flow.

Memahami utang (pinjaman pendidikan, pinjol, KKT).

Dasar-dasar investasi (reksa dana, saham, emas) untuk pemula.

Perlindungan asuransi (kesehatan, jiwa).

Pengenalan e-wallet & transaksi digital yang aman.

Menghindari penipuan keuangan.

Layanan Konseling Keuangan: Menyediakan konsultan keuangan (bisa internal atau kolaborasi dengan profesional eksternal) untuk konsultasi personal secara gratis atau terjangkau.

Platform Digital: Mengembangkan aplikasi atau portal kampus dengan:

Kalkulator anggaran & pinjaman.

Modul pembelajaran online (video, infografis, artikel).

Simulasi investasi.Informasi beasiswa & pembiayaan kuliah.

Kolaborasi dengan Pihak Eksternal: Menggandeng OJK, Bank Indonesia, lembaga keuangan (bank, fintech), atau komunitas profesional untuk memberikan materi dan sumber daya.

Inisiatif Mahasiswa & Komunitas:

Klub/Komunitas Literasi Keuangan: Membentuk wadah bagi mahasiswa yang antusias untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan mengadakan aktivitas (diskusi, webinar, kompetisi).

Program Mentoring: Mahasiswa senior atau alumni yang berpengalaman bisa menjadi mentor bagi mahasiswa junior dalam mengelola keuangan.Kampanye Kesadaran: Menggunakan media sosial kampus atau komunitas untuk menyebarkan tips, infografis, dan cerita inspiratif tentang manajemen keuangan yang sehat.

Peran Individu (Mahasiswa):

Proaktif Mencari Informasi: Memanfaatkan sumber daya yang tersedia (perpustakaan, internet terpercaya, workshop kampus).Menerapkan Pengetahuan: Mulai membuat anggaran pribadi, mencatat pengeluaran, menabung secara konsisten (meski kecil), dan menghindari utang konsumtif.Membangun Jaringan: Bergabung dengan komunitas atau mencari mentor untuk berdiskusi dan bertanya.Mengembangkan Mindset: Menumbuhkan kesadaran bahwa literasi keuangan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.

III. Dampak Penguatan Literasi Keuangan terhadap Kesejahteraan Mahasiswa

Peningkatan Kesejahteraan Finansial:

Mahasiswa mampu mengelola uang saku/beasiswa dengan lebih efektif. Penurunan tingkat utang konsumtif yang tidak produktif.

Munculnya kebiasaan menabung dan mulai berinvestasi dini.

Kesiapan menghadapi biaya tak terduga (dana darurat).

Peningkatan Kesejahteraan Akademik:

Penurunan tingkat stres terkait uang, sehingga fokus belajar meningkat.

Potensi peningkatan IPK dan kelulusan tepat waktu.

Kemampuan membuat keputusan finansial yang lebih baik terkait pembiayaan studi lanjut.

Peningkatan Kesejahteraan Mental & Emosional:

Penurunan gejala kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan masalah keuangan.

Peningkatan rasa percaya diri dan kontrol atas hidup.

Hubungan sosial yang lebih harmonis (kurang konflik karena uang).

Peningkatan Kesejahteraan Masa Depan:

Lulus dengan beban utang yang lebih terkendali (jika ada).

Memulai karir dengan fondasi keuangan yang lebih kuat (tidak "nol besar").

Kesiapan untuk merencanakan dan mencapai tujuan hidup jangka menengah dan panjang (rumah, nikah, investasi, pensiun).

Menjadi anggota masyarakat yang finansial mandiri dan berkontribusi.

 IV. Tantangan & Solusi

Tantangan: Minat mahasiswa yang rendah (dianggap "membosankan"), keterbatasan sumber daya kampus, stigma soal uang, kesulitan menerapkan teori ke praktik.

 Solusi:

Pendekatan Menarik: Gunakan gamifikasi, studi kasus nyata, teknologi (aplikasi), dan bahasa yang relevan dengan gaya hidup mahasiswa.

Advokasi & Kolaborasi: Menekankan pentingnya literasi keuangan kepada pihak kampus dan mencari mitra untuk mendukung program.

Lingkungan Aman: Ciptakan ruang diskusi tanpa judgment untuk berbagi masalah keuangan.

Fokus pada Aplikasi Praktis: Berikan workshop yang langsung bisa diterapkan (misal: workshop membuat anggaran dengan aplikasi tertentu).

 Kesimpulan:

Penguatan literasi keuangan bukanlah sekadar tambahan pengetahuan, melainkan investasi

 strategis dalam aset terpenting bangsa: sumber daya manusia berkualitas. Dengan menyediakan akses yang mudah, relevan, dan berkelanjutan terhadap pendidikan keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan mahasiswa itu sendiri secara kolektif dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga cerdas finansial. Ini adalah kunci untuk membuka pintu menuju kesejahteraan holistik mahasiswa sejahtera finansial, akademis, mental, dan masa depan yang pada akhirnya akan mencetak lulusan yang tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi maksimal bagi masyarakat.


Prof. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph.D : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA

Afiliasi: UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.

Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).

 Status: Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

1. Sistem Pembelajaran

Sistem Kredit Semester (SKS): Sistem utama di UNUSA, sesuai standar nasional.

1 SKS: Setara dengan 50 menit aktivitas per minggu selama 1 semester (16 minggu), mencakup tatap muka, tugas, ujian, dan studi mandiri.

Beban Studi: Rata-rata 20-24 SKS per semester untuk S1.

Kurikulum:

Kurikulum Nasional: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

 Kurikulum Khas UNUSA: Mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an (misal: mata kuliah Ke-NU-an, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam dengan perspektif Aswaja) ke dalam berbagai program studi, termasuk non-keagamaan.

 Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Implementasi program pemerintah untuk fleksibilitas pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, dll).

 Metode Pembelajaran: Kombinasi:

 Tatap Muka (Offline): Kuliah, praktikum (khususnya kesehatan), diskusi.

 Blended Learning: Perpaduan offline dan online (menggunakan LMS seperti Moodle, Google Classroom, atau platform UNUSA).

 Student-Centered Learning: Mendorong partisipasi aktif mahasiswa, diskusi, presentasi, dan penelitian sederhana.

 Penilaian: Berdasarkan:

 UTS (Ujian Tengah Semester)

 UAS (Ujian Akhir Semester)

 Tugas Individu/Kelompok

 Kehadiran & Partisipasi

 Praktikum/Projek

 Indeks Prestasi (IP): Skala 0.00 - 4.00.

 2. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru

 Jalur Pendaftaran: Umumnya mencakup:

 Jalur Prestasi/Akademik: Bagi siswa dengan nilai rapor/UN yang tinggi.

 Jalur Ujian Mandiri (UM-UNUSA): Tes tertulis (biasanya TPA, Tes Potensi Akademik, dan Tes Bidang Studi) yang diselenggarakan UNUSA.

 Jalur SPAN-PTKIN: Seleksi bersama masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (diikuti beberapa PTKIN dan PTS Islam seperti UNUSA).

 Jalur UM-PTKIN: Ujian masuk bersama PT Islam (serupa SPAN-PTKIN).

 Jalur Hafidz/Hafidzah: Khusus untuk penghafal Al-Qur'an (biasanya ada kuota khusus).

 Persyaratan Umum:

 Lulus SMA/SMK/MA/Sederajat.

 Memenuhi nilai rata-rata yang ditentukan (tergantung jalur).

 Surat keterangan sehat (khusus untuk prodi kesehatan).

 Pas foto, ijazah/transkrip nilai (legalisir), dll.

 3. Sistem Penjaminan Mutu

Akreditasi: Program studi dan institusi diakreditasi oleh BAN-PT. Peringkat akreditasi (Unggul, A, B, C) menjadi indikator kualitas.

 Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): UNUSA memiliki sistem untuk memastikan mutu:

 Evaluasi Kurikulum: Rutin dilakukan penyesuaian.

 Evaluasi Pembelajaran: Melalui kuisioner mahasiswa, evaluasi dosen.

 Audit Mutu Internal: Dilakukan oleh unit penjaminan mutu universitas.

 Pelaksanaan Standar: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan SN-DIKTI.

 Tracer Study: Melacak lulusan untuk mengetahui relevansi kurikulum dengan dunia kerja dan kepuasan pengguna lulusan.

 3. Layanan Mahasiswa & Fasilitas

 Layanan Akademik: Biro Administrasi Akademik (BAA), sistem informasi akademik online (untuk KRS, nilai, jadwal, keuangan).

 Layanan Kemahasiswaan: Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimbingan konseling, beasiswa, aktivitas ormawa/UKM, pengembangan softskill).

 Perpustakaan: Fisik dan digital (e-journal, e-book).

 Laboratorium: Lab praktikum (khususnya untuk prodi kesehatan, sains, teknologi), lab komputer, lab bahasa.

 Fasilitas Umum: Ruang kelas ber-AC, masjid/kampus musholla, wifi area, kantin, area parkir, fasilitas olahraga.

 Rumah Sakit Pendidikan: Untuk prodi kesehatan (biasanya bekerjasama dengan RS NU atau RS lain di Surabaya).

 4. Biaya Pendidikan

Komponen Biaya: Umumnya terdiri dari:

SPP (Sumbangan Pengembangan Pendidikan): Dibayar sekali di awal masuk (bisa dicicil).

SPP Tetap/SPP Variabel: Dibayar per semester (besarnya tergantung program studi dan jenjang).

Biaya Praktikum/Keterampilan: Khusus prodi tertentu (kedokteran, keperawatan, farmasi, dll).

Biaya Registrasi & Kegiatan Mahasiswa.

Kemudahan Pembayaran: Biasanya tersedia cicilan dan beasiswa (Beasiswa Prestasi, Beasiswa Tahfidz, Beasiswa Bidikmisi (KIP Kuliah), Beasiswa dari Yayasan/Lembaga, dll).

 5. Karakteristik Khas UNUSA

Penguatan Nilai Aswaja: Integrasi nilai Islam moderat, toleran, dan berbasis kearifan lokal dalam semua aspek akademik dan non-akademik.

Fokus pada Kesehatan: Memiliki fakultas/prodi kesehatan yang kuat (Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi) dengan fasilitas pendukung.

Keterlibatan dalam Masyarakat: Mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam pengabdian masyarakat (KKN) yang berbasis pada nilai-nilai sosial-keagamaan.

Lingkungan Kampus Religius: Atmosfer Islami dengan kegiatan keagamaan rutin (pengajian, dll) yang terbuka dan inklusif.

 Kesimpulan

Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA mengikuti kerangka standar nasional Indonesia (SKS, SN-DIKTI, KKNI, BAN-PT) namun memiliki keunikan dalam integrasi nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an ke dalam kurikulum, lingkungan kampus, dan pengembangan karakter mahasiswa. UNUSA menawarkan berbagai program studi, dengan keunggulan khusus di bidang kesehatan dan keagamaan, didukung oleh fasilitas yang memadai dan komitmen terhadap penjaminan mutu. Sistem penerimaan mahasiswa beragam dengan kemudahan biaya melalui beasiswa.


Dr. Arif Abdurrakhman, S.T., M.T : Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik

Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang masuk akal. Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan ini:

1. Kembangkan Rasa Ingin Tahu

Ajukan pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" secara teratur

Jangan menerima informasi begitu saja tanpa pemahaman mendalam

Selidiki akar masalah, bukan hanya gejalanya

2. Analisis dari Berbagai Perspektif

Carilah pendapat dari berbagai sumber dengan sudut pandang berbeda

Pertimbangkan solusi alternatif sebelum membuat keputusan

Hindari terjebak dalam cara berpikir tunggal

3. Latih Penalaran Logis

Pelajari struktur argumen yang valid

Identifikasi kesalahan logika (logical fallacies) dalam pemikiran

Pisahkan fakta dari opini atau asumsi

4. Gunakan Kerangka Kerja Pemecahan Masalah

Terapkan metode seperti PDCA (Plan-Do-Check-Act)

Gunakan pendekatan 5 Whys untuk menemukan akar masalah

Terapkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)

5. Waspadai Bias Kognitif

Kenali bias seperti bias konfirmasi, bias anchor, dan bias ketersediaan

Carilah informasi yang mungkin bertentangan dengan keyakinan Anda

Libatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan perspektif berbeda

6. Praktikkan Refleksi Diri

Luangkan waktu untuk merenungkan keputusan yang telah dibuat

Evaluasi hasil dari proses berpikir Anda

Pelajari dari kesalahan dan keberhasilan

7. Terlibat dalam Diskusi dan Debat

Ikuti forum diskusi dengan orang yang memiliki pandangan berbeda

Belajar mendengarkan aktif dan memahami argumen orang lain

Latih menyampaikan argumen dengan bukti dan alasan yang kuat

8. Belajar secara Terus-menerus

Baca berbagai sumber informasi dari berbagai disiplin ilmu

Ikuti pelatihan atau kursus tentang logika dan pemecahan masalah

Terapkan pengetahuan baru dalam situasi nyata. Dengan secara konsisten menerapkan strategi-strategi ini, Anda akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang kuat, yang pada gilirannya akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah yang dihadapi. Ingatlah bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang membutuhkan latihan terus-menerus untuk dikuasai.

Baca juga blog teman saya : Tsabita Nur Munahdi Ihsan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUM MATERI PKKMB PRODI 2025/2026